Sikap Terhadap Lingkungan dan Kelangsungan Hidup Manusia

4
(1)

Ditulis oleh Nenden Fardatussolihat, Pendidikan Bahasa Arab Universitas Djuanda

Pendahuluan 

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda yaitu makhluk hidup dan makhluk tak hidup yang saling mempengaruhi. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat melepaskan diri dari keterikatan pada udara, tanah dan air. Air, tanah, udara, hewan, tumbuhan dan manusia merupakan sebuah ekosistem hidup. Di samping itu masih banyak lagi hal-hal lain yang tidak dapat kesemuanya itu merupakan bagian dari lingkungan hidup. 

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang ketentuanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan hidup  adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk  di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.  

Terdapat tiga unsur lingkungan, yaitu Pertama, biotik, unsur-unsur lingkungan hidup yang terdiri dari segala jenis makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, maupun organisme atau jasad renik lainnya. Kedua, Abiotik yaitu segala unsur lingkungan yang terdiri dari benda-benda mati seperti air, udara, dan lain sebagainya. Ketiga, Sosial Budaya, unsur lingkungan yang diciptakan manusia yang di dalamnya terdapat nilai, gagasan, norma, keyakinan, serta perilaku manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang tidak dapat hidup sendiri.

Sikap terhadap lingkungan

Semakin pesatnya perkembangan industri  pada zaman modern ini, terkadang tidak diikuti dengan kegiatan ramah lingkungan. Adanya penggunaan Styrofoam, dan pembuangan limbah sembarangan adalah beberapa kegiatan yang tidak ramah lingkungan dan menjadikan terjadinya permasalahan lingkungan, terutama pada  masalah pemanasan global. Peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mecegah kerusakan pada lingkungan hidup manusia disekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan yang ada dan sudah terjadi, serta mejaga kebersihan dan kelestarian alam. Maka sikap terhadap lingkungan itu dimana setiap insan atau manusia harus memiliki kesadaran diri untuk menumbuhkan sikap kepedulian sesama, baik dilingkungannya sendiri ataupun diluar lingkungannya. 

Angelovska et al. (2012) menyatakan bahwa kepedulian lingkungan adalah suatu alat prediksi yang memungkinkan atas perilaku pembelian produk ramah lingkungan dan bisa menjadi faktor utama dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Kepedulian lingkungan dianggap sebagai suatu tingkat komitmen dan emosional terhadap isu mengenai lingkungan (Aman et al., 2012). Menurut Weigel dalam Joshi (2012), kepedulian lingkungan dapat dianggap sebagai perhatian terhadap fakta-fakta dan prilaku dari diri sendiri dengan konsekuensi tertentu untuk lingkungan. Julina (2013) menemukan bahwa kepedulian atau perhatian terhadap isu lingkungan dapat berpengarh terhadap sikap. Maka sikap yang harus dilakukan terhadap lingkungan dan kelangsungan hidup manusia yaitu dengan memiliki kesadaran diri untuk menumbuhkan sikap peduli dan tanggung jawab, degan cara saling menjaga lingkungannya untuk tidak sembarangan melakukan sesuatu yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan mampu bertanggung jawab atau menanggung resiko dengan apa yang terjadi akibat apa yang telah dilakukannya. 

Sikap merupakan suatu wujud nyata perasaan dari seseorang yang terdapat  direfleksikan melalui kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap suatu obyek tertentu. Sikap merupakan hasil yang diperoleh dari proses psikologis seseorang yang tidak bisa diamati atau dilihat secara langsung, namun harus disimpulkan dari hal-hal yang dikatakannya atau dilakukannya (Suprapti, 2010:135). Menurut Lee dalam Noor et al. (2012), Sikap mengacu pada pertimbangan nilai individu terhadap perlindungan lingkungan. Menurut Sumarsono dan Giyatno (2012), sikap lingkungan adalah kecenderunngan umum yang terjadi pada seseorang dan dibentuk atau dipelajari pada saat merespon dengan konsisten atau pasti terhadap keadaan lingkungan dalam wujud suka (positif) atau tidak suka (negatif) berdasarkan tiga hal, yaitu : persepsi dan pengetahuan mengenai permasalahan dari lingkungan (merupakan komponen kognitif), perasaan atau emosi yang muncul terhadap lingkungan (merupakan komponen afektif), dan kecenderungan untuk berprilaku atau bertindak terhadap lingkungan (merupakan komponen konatif).

Alam sekitar sebagai tempat berlangsungnya kehidupan, sebenarnya membutuhkan peran manusia untuk tumbuh secara berkelanjutan. Karakter yang bisa diwujudkan antara lain kejujuran, tanggung jawab, religius, atau kepedulian lingkungan. Karakter peduli lingkungan berperan besar bagi kesejahteraan dan kesinambungan hidup masyarakat. Rendahnya akan pemahaman dan keterampilan menjaga kelestarian lingkungan hidup, menjadikan masyarakat rentan bertindak kerusakan terhadap lingkungan tempat tinggal. Hal ini dibuktikan dengan berita :

Merdeka.com (2014), banyak mahasiswa sebagi ujung tombak perubahan justru memiliki kesadaran yang lemah dalam kaitan pencegahan kerusakan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang membuang sampah  sembarangan di area kampus. Gaya hidup remaja saat ini hanya terpaku pada perilaku hedonosme dan konsumtif sehingga kurang menyadari pentingnya lingkungan hidup yang berkelanjutan. 

Begitu pula dengan masyarakat yang ternyata kesadaran terhadap lingkungan disekitanrnya masih rendah. Terbukti sering dijumpai setelah terjadi kerumunan massa yang banyak seperti acara tahun baru atau car free day. Hal ini mengindikasikan betapa rendahnya karakter peduli lingkungan yang dimilki oleh masyarakat. Masyarakat  jika tidak bisa menjaga lingkungan maka alam yang akan memberi pelajaran terhadap manusia di dalamnya dengan berbagai macam bencana alam (Kompasiana.com, Januari 2014).  

Kurangnya pemahaman karakter peduli lingkungan membuat manusia memenuhi kebutuhan dengan menjadikan alam sekitar sebagai alat pemuas. Alam sekitar sebagai tempat berlangsungnya kehidupan, sebenarnya membutuhkan peran manusia untuk tumbuh secara berkelanjutan dalam artian alam membutuhkan manusia yang memiliki pola fikir yang semakin lebih baik dan memiliki rasa peduli dan tanggung jawab yang besar. Alam dan lingkungan pada akhirnya bermanfaat untuk kepentingan hidup manusia beserta generasinya. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup secara garis besar diartikan sebagai “kesatuan ruang dengan semua benda termasuk di dalamnya manusia yang melangsungkan perikehidupan serta kesejahteraan”. 

Setiap orang diharapkan agar peduli akan lingkungannya sebagai tempat tinggal. Nyatanya masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan, khususnya para mahasiwa yang dianggap sebagai agent of change. Kepekaan mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup, perlu terus ditingkatkan. Cara peningkatan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan hidup, diantaranya melalui penyuluhan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian dunia seperti global warming. 

Salah satu faktor pendorong untuk terwujudnya revitalisasi peduli lingkungan adalah karakter dari masing-masing individu. Penanaman karakter menjadi hal yang vital untuk mengubah perilaku dari apatis menjadi berpartisipasi penuh dalam menyelamatkan lingkungan. Karakter peduli lingkungan yang sudah tertanam akhirnya dapat mempengaruhi setiap individu untuk respect kepada masalah lingkungan yang menjadi tanggung jawab setiap manusia. Mahasiswa sebagai agen perubahan juga diharapakan dapat menjadi panutan, sekaligus dapat turun tangan secara langsung agar terwujudnya karakter peduli lingkungan. 

Pemahamam karakter peduli lingkungan menjadi penting untuk disosialisasikan agar hasilnya dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk berpartisipasi menjaga lingkungan. Urgensi karakter peduli lingkungan sejatinya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, khususnya mahasiswa agar memiliki tanggung jawab bersama dalam melestarikan lingkungan. Peran mahasiswa serta masyarakat menjadi elemen penting sebagai aktor pengelola yang harus memiliki karakter peduli lingkungan. Pemanfaatan lingkungan tidak sekedar memakai, tetapi juga mengelola dan melakukan penjagaan yang berkesinambungan tanpa mengorbankan lingkungan itu sendiri.

Sikap terhadap kelangsungan manusia

Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu berinterkasi dengan sesama. Manusia juga sebagai makhluk sosial, karna pada hakikatnya dimana manusia tidak dapat hidup sendiri, karena membutuhkan peran orang lain. 

Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab bagi sesama anggota lainnya. Dalam buku Masyarakat Indonesia dan Tanggung jawab Moralitas (2018) karya Khabib, tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawaban  dan menanggung akibatnya. Setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, selalu ada campur tangan manusia atau orang lain. Sehingga keberlangsungan hidup dalam masyarakat dapat terwujud dengan maksimal. Tanggung jawab terbentuk seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan individu. Tanggung jawab tumbuh dari dalam hati dan kemauan sendiri untuk melakukan kewajiban.

Setiap manusia harus memiliki sikap kesadaran dan sikap kepedulian serta tanggung jawab. Dimana sikap kesadaran ialah sikap yang paling penting, karna tanpa adanya rasa kesadaran manusia itu bagaikan tidak memiliki pola fikir yang baik. Karna dengan adanya sikap kesadaran, manusia akan mampu berfikir baik terhadap apa yang terjadi. Contoh sikap kesadaran dalam kehidupan sehari-hari, yaitu : ketika seseorang tidak sengaja melukai orang lain, dan ia langsung meminta maaf kepada orang tersebut, maka orang yang tidak sengaja melukai orang itu ia memiliki sikap kesadaraan : dalam artian ia memiliki sikap kesadaran, bahwasannya meminta maaf bukanlah untuk orang yang benar-benar bersalah saja, melainkan untuk orang yang memiliki sikap kesadaran dan memiliki pola fikir serta hati nurani yang baik. Bahkan sebaliknya jika ia tidak meminta maaf karna ia merasa tidak sengaja dan buka berniat untuk melukai, maka orang tersebut sama saja ia tidak memiliki kesadaraan atau pola fikir yang baik.

Manusia juga harus memiliki sikap peduli, karna dengan memiliki sikap peduli itu sama saja dia memiliki hati nurani yang baik. Karna pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang dimana saling membutuhkan dan tidaak bisa hidup sendiri. Maka manusia harus memiliki sikap peduli, dengan saling menolong atau membantu satu sama lain.

Dan adapun manusia juga harus memiliki sikap tanggung jawab, dimana manusia itu hakikatnya tempat salah dan lupa. Manusia yang merupakan makhluk sosial dimana manusia pula banyak akan melakukan aktivitas baik untuk kewajiban atau kebutuhan pribadi, sosial ataupun ekonomi. Maka disetiap tindakan atau hal apapun yang dilakukan itu akan ada pertanggung jawaban. Karna semua hal ataupun aktivitas yang dilakukan pasti ada dampaknya, baik dampak negatif ataupun positif. Karena disetiap tindakan pasti ada resiko dan tanggung jawab. Maka dari itu manusia penting untuk memiliki rasa tanggung jawab sesama. Seperti apa yang sudah dikatakan diatas yang terdapat dalam buku Masyarakat Indonesia dan Tanggung Jawab Moralitas, dimana disitu terdapat pengertian tanggung jawab, bahwa tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawaban  dan menanggung akibatnya. Setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, selalu ada campur tangan manusia atau orang lain.

Penutup 

Setiap manusia harus memiliki sikap kepedulian terhadap lingkungan, karna jika bukan manusia siapa lagi? Karna hakikatnya manusia-lah yang Allah berikan akal sehat untuk berfikir. Maka dari itu kita sebagai manusia harus memiliki sikap peduli terhadap sesama, baik didalam lingkungan maupun diluar lingkungan, baik terhadap makluk hidup maupun tumbuhan ataupun hewan-hewan. Seperti apa yang sudah tertera dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang ketentuanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan hidup  adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk  di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.  

DAFTAR PUSAKA

  1. Aman, A.H.L., Amran H., and Zuhal H. 2012 The influence of Environmental Knowledge and Concern on Green Purchase Intention the Role of Attitude as a Mediating Variable. British Journal of Arts and Social Science. Vol.7.NO. 2. Pp. 145-167.
  2. Angelovska, J., Lina B., and Agne G. 2012 The Impact of Environmental Concern and Awareness on Consumer Behaviour. Journal International Environmental Aplication & Science Vol.7. NO. 2 pp. 406-416
  3. Joshi, P. 2012 Effects of Environmental Concern & Social Norms on Environmental Friendly Behavioral Intentions. Business Intelligence Journal. VOL.5 NO. 1 pp. 169-175
  4. Julina. 2013 Determinan Perilaku Pembelian EKologis dan Konsekuensinya terhadap Lingkungan
  5. Suprapti, N. W. S. 2010 Perilaku  konsumen
  6. Sumarson dan Yayat G. 2012. Analisis sikap dan pengetahuan  
  7. Daryanto dan Darmiatun (2013:141) Peduli Lingkungan. Menurut Sue (2003) dikutip Handayani (2012)
  8. Buku Masyarakat Indonesia dan Tanggung jawab Moralitas (2018) karya Khabib
Cara Mengutip Artikel ini

Fardatussolihat, N (2021 Agustus 3) Sikap Terhadap Lingkungan dan Kelangsungan Hidup Manusia. Retrieved from https://mitrapalupi.com/sikap-terhadap-lingkungan-dan-kelangsungan-hidup-manusia

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply