Sifat Logika dan Berpikir Kritis

You are currently viewing Sifat Logika dan Berpikir Kritis
5
(3)

Ditulis oleh Misbah Pendidikan Bahasa Arab Universitas Djuanda

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Manusia merupakan salahsatu makhluk yang menepati muka bumi ini, mereka selain memiliki fisik paling sempurna juga dilengkapi dengan otak dan perasaan, berbeda dengan mahluk lainnya. Namun tidak sedikit dari mereka yang tidak menempatkan pemikirannya ke arah yang lebih maju, sebagian dari mereka hanya mengikuti alur kehidupan yang sangat cepat perubahannya ini. Tapi ada juga yang memanfaatkan potensi dirinya untuk senantiasa melakukan perubahan dan terobosan baru dan memaksimalkan daya ciptanya untuk membuat karya-karya yang bermanfaat baik bagi pribadi ataupun bagi kesejahteraan penduduk bumi lainnya.

Kita mengenal nama-nama tenar seperti Galileo, Enstein, Phytagoras, Ibnu Sina, Alfarobi dan masih banyak lagi ilmuan besar yang karyanya masih di kenang sampai saat ini bahkan terus dikembangkan menjadi suatu temuan baru dan lebih berkualitas. Mereka itu adalah contoh orang-orang yang menggunakan logikanya dengan tepat, memperhatikan lingkungan setempat sehingga timbul ide dan gagasan untuk menciptakan sebuah maha karya yang diakui dunia.

Selain tokoh-tokoh  diatas kita juga mengenal sosok Nabi Ibrahim yang mencari kebenaran, siapa tuhan yang harus Ia sembah???, Ketika Nabi Ibrahim melihat bintang yang begitu indah di langit Ia menyangka bahwasannya itulah tuhannya, begitu pula ketika melihat bulan Ia berpaling mungkin ini tuhannya, namun setelah malam berlalu datnglah matahari yang sangat cerah Nabi Ibrahim kembali menyangka bahwasannya inilah yang paling terang diantara ketiganya, mungkin ini adalah pilihan terakhirnya, menyangka bahwa matahari sebagai tuhannya .

Namun ketika pada waktu tertentu semuanya tenggelam dan Nabi Ibrahim kembali mengeluh dan mencari tuhan yang menciptakan bintang, bulan dan matahari yakni Allah SWT, dan Ia percaya bahwa tiada tuhan selain Allah yang menciptakan langit dan bumi. 

Selanjutnya, ketika menyaksikan orang tuanya membuat patung dan masyarakatnya menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri, Ibrahim berusaha untuk menghentikan perbuatan mereka.

Maka, ketika tiba saatnya perayaan untuk penyembahan terhadap berhala-berhala tersebut, Ibrahim mendahului mereka masuk ke dalam haekal-haekal tempat ibadah kaumnya itu. Di dalam haekal tersebut, Ibrahim segera menghancurkan patung-patung tersebut dan menyisakan sebuah patung besar.

Ketika kaumnya mendapati kerusakan pada berhala tersebut, tuduhan pun langsung dialamatkan padanya. Ibrahim menjawab bahwa yang membuat kerusakan itu adalah patung besar yang dilehernya tergantung sebuah kapak. Atas penjelasan tersebut, kaumnya berkata, ”Bagaimana mungkin sebuah patung yang tidak bernyawa dan tak mampu bergerak bisa menghancurkan patung-patung lainnya?”

Jawaban ini makin membuat Ibrahim merasa menang. ”Jika memang tidak bisa berbuat apa-apa, lalu mengapa kalian menyembah dan memuja-mujanya.” Dari sinilah kemudian, Ibrahim ditangkap dan akhirnya dimasukkan ke dalam api yang besar. Atas kehendak Allah, Ibrahim selamat dari panasnya api tersebut.

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari sedikit kisah nabi Ibrahim tersebut, kita tahu nabi ibrahim adalah salahsatu nabi yang diberikan kecerdasan oleh Allah SWT, di berikan logika dan pemahaman yang begitu luar biasa sehingga pemikirannya selalu keritis, ketika ada yang tidak sefaham dengan pemahamannya maka nabi Ibrahi tidak diam beliau senantiasa bertindak dan mencari solusi dan akar masalahnya, walaupun di sisi lain ada resiko yang harus Ia tanggung.

Begitu juga dengan kita Umat milenial yang harus menciptakan perubahan kearah yang lebih baik, karena dengan tidak akan pernah ada perubahan yang berarti. Yang harus di lakukan adalah membuka arah pemikiran dan senantiasa bersikap kritis akan segala hal. 

Insya Allah di pembahasan kita akan membahasa apa itu logika?, apa itu berfiikir kritis? Bagaimana cara menumbuhkan sikap kritis? Dan hal-hal yang berkaitan dengan logika dan sifat kritis (criticai thinking).

PEMBAHASAN

  1. SIFAT LOGIKA

Karena pemikiran selalu diekspresikan dalam kata-kata, maka logika juga berkaitan dengan “kata sebagai ekspresi dari pemikiran”. Dengan berpikir logis, kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian-kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak.

  1. Pengertian logika

Berpikir secara logis adalah suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional dan masuk akal. Secara etymologis logika berasal dari kata logos yang mempunyai dua arti pertama “pemikiran”, kedua “kata-kata”. Jadi logika adalah ilmu yang mengkaji pemikiran. Karena pemikiran selalu diekspresikan dalam kata-kata, maka logika juga berkaitan dengan “kata sebagai ekspresi dari pemikiran”. Dengan berpikir logis, kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian-kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak. Tidak hanya itu, seorang peserta didik juga harus mampu berpikir kritis sehingga ia mampu mengolah fenomena-fenomena yang diterima oleh sistem indera hingga dapat memunculkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dan menggelitik untuk dicari jawabannya.

Saya akan memberikan contoh, ketika seorang mahasiswa atau peneliti melakukan metode ilmiah, maka pelaku ilmiah ini harus melakukan kegiatan ilmiah ini dengan berpikir secara logis, mulai dari saat pelaku ilmiah melakukan observasi/ pengamatan, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Seluruh proses kerja ilmiah tersebut harus dikerjakan berdasarkan prinsip yang logis, rasional, dan masuk akal agar dapat dipertanggungjawabkan.

Cara berpikir logis yang biasa dikembangkan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu berpikir secara deduktif dan berpikir secara induktif. Logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diambil dari proposisi umum ke proposisi khusus. Sederhananya kata umum-khusus. Adapun logika induktif kebalikan dari logika deduktif. Jenis logika ini harus mengikuti penalaran yang berdasarkan pengalaman atau kenyataan. Artinya, jika tidak ada bukti maka kesimpulannya belum tentu benar atau pasti. Dengan demikian, dia tidak akan mempercayai suatu kesimpulan yang tidak berdasarkan pengalaman atau kenyataan lewat tangkapan panca indranya.

  1. Manfaat berpikir secara logis : 
  1. Melatih berfikir secara rasional, kritis, lurus, tertib, metodis dan koheren. 
  2. Mampu berfikir abstrak, cermat dan objektif. 
  3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir tajam dan mandiri. 
  4. Meningkatkan kemampuan analisis terhadap suatu fenomena 
  5. Meningkatkan rasa cinta trhadap kebenaran. 
  6. Menghindarkan diri dari kekeliruan karena informasi yang tidak benar. 
  7. Meningkatkan Citra diri. 
  1. BERFIKIR KRITIS

Critical thinkihg merupakan salah satu cara proses berfikir yang bertujuan untuk membangun dan lebih bertujuan terhadap penyelesaian masalah, berbeda dengan argumen yang arah pemikirannya tidak punya tujuan untuk memberikan solusi, namun banyak orang yang salah dalam penafsiran anatara berfikir kritis dan argumen. Orang mengnanggapi ketika ada yang mengkrtitisi suatu lembaga atau apapun itu terkadang menilai hal tersebut hanya sebuah argumen yang bertujuan untuk menjatuhkan. Namun beda arah fikirnya dengan seorang yang kritis, Ia tidak ada sedikitpun niatan itu, ia lebih ke arah identifikasi masalah dan bagaimana solusi yang akan Ia ambil supaya yang menurut logikanya perlu di benarkan karena bermasalah dapat terselesaikan dengan baik.

Dikutip dari Critcal thinking, Michael Scriven seorang profesor dibidang ilmu perolaku dan organisasionaldari Claremont Graduate Univercity, menyatakan bahwa berfikir kritis adalah proses disiplin intelektualuntuk secara aktif dan terampilmembuat konsep, menerapkan, menganalisis mensintesis, dan mengevaluasi informasi baik informasi yang dikumpulkanatau dihasilkan oleh observasi, pengalaman, refleksi, penalaran atau komunukasisebagai panduan untuk meyakini sesuatu dan melakukan sebuah tindankan.

Critical thinking juga termasuk salah satu skill yang hareus di miliki di abad 21, karena banyak sekali informasi-informasi hoax yang bergulir baik di dunia maya ataupun dunia nyata, hal yang  

Tidak banyak orang yang bisa berfikir kritis karena banyak hal yang mungkin menghambat sebagian besar orang untuk bisa berfikir kritis baik itu faktor lingkungan, pengetahuan, ketidak pedulian, takut berpendapat dan masih banyak faktor-faktor yang dapat menghambat seseorang untuk bisa berfikir kritis.

Kita ambil salah satu contoh, terkadang orang-orang yang terdahulu ketika kita menanyakan tentang agama dan berkaitan dengan Allah mereka langsung menjegalnya dengan kata pamali, otomatis kita yang bertanya terhenti dan jiwa kritis kita disana secara tidak langsung ditahan untuk tidak berkembang.

Padahal banyak ibroh yang kita dapatkan ketika kita mencari tahu informasi mengenai agama kita, infactnya bisa menambah ketaqwaan kita terhadap Allah SWT sebagai tuhan kita.

Setidaknya ada tida kebiasaan yang bakal menggiring kita supaya menjadi orang yang kritis 

  1. Biasakan bertanya, karena dengan bertanya kita dapat mengetahui banyak informasi dari narasumber yang kita tanya, tanyakan segala hal yang ganjal dalam diri anda, namun inget jangan terlalu keseringan juga bertanya (over), karena dapat menyebabkan narasumber menjadi ilfil terhadap kita, intinya kita sebagai penanya harus tau situasi dimana kita harus bertanya dimana kita harus menahan sejenak pertanyaan kita.
  1. Jadi pendengar yang aktif, ada dua tipikal pendengar yang saya ketahuai, ada yang aktif dan ada yang fasif, maksud aktif adalah mereka mendengar tapi tidak hanya sebatas mendengar, mereka menyerap materi yang mereka dapatkan dan adakalanya menanyakan hal yang mereka tidak fahami, berbeda denga pendengar yang fasif, mereka hanya sebatas mendengarkan, kasarnya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, alhasil tidak ada materi yang dapat ia cerna dan hasiknya nol.
  1. Mempertimbangkan segala kemungkinan, dalam memutuskan segala sesuatu tidak langsung serta merta memutuskan tanpa pertimbangan yang matang, ada proses menimbang dalam fikiran mana yang lebih menguntungkan, mana yang lebih berpotensi, mana yang resiko gaglnya kecil dan pertimbangan lainnya.

KESIMPULAN

Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang di desain untuk sentiasa bisa terus menyesuaikan bentuk perubahan yang dinamis dari zaman ke zamannya, Berfikir merupakan salahsatu kegiatan positif yang di anjurkan oleh Allah SWT supaya kita selaku manusia senantiasa berkembang dan memahami segala bentuk permasalahan yang ada didunia ini, dan bisa memberikan solusi atas semua problema tersebut, maka yang harus di lakukan manusia yaitu memaksimalkan pemberian dari Allah SWT berupa akal dan potensi yang patut kita kembangkan. Adapun langkah awal yang harus di lakukan untuk tercapainya tujuan tersebut yaitu membuka wawasan yang selebar-lebarnya, dan selalu berfikir di segala kondisi.

Daftar pustaka

  • https://www.criticalthinking.org/pages/critical-thinking-where-to-begin/796 Diakses pada 9 September 2020
  • Philosophy. https://philosophy.hku.hk/think/critical/ct.php Diakses pada 9 September 2020
  • Study. https://study.com/academy/lesson/what-is-critical-thinking-definition-skills-meaning.html Diakses pada 9 September 2020
  • Be Brain Fit. https://bebrainfit.com/critical-thinking/

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply