Sejarah: Fungsi, Kedudukan, & Karakteristik

Sejarah
5
(1)

Sejarah adalah  suatu penggambaran ataupun rekonstruksi peristiwa, kisah, maupun cerita yang benar-benar telah terjadi di masa lampau. Setiap kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut mempunyai keterkaitan antara satu dan yang lainya.
Sejarah juga memiliki beberapa fungsi yang sangat baik diantaranya ialah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kerifan-kearifan, memberikan inspirasi. Selain itu sejarah juga berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejujuran atau ketrampilan tertentu serta memberikan rasa kesenangan maupun keindahan.

Fungsi & Kedudukan

Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah sebagai ilmu bisa terjadi karena searah tersebut menjadi sumber – sumber pengetahuan tentang apa yang terjadi pada masa lampau. Kejadian atau peristiwa pada masa lampau itu disusun secara runtut menggunakan metode kajian ilmiah.
Tujuan di gunakannya metode kajian ilmiah ini yaitu agar sejarah dapat dituangkan dalam kisah yang sesuai dan bisa berpengaruh pada masa-masa yang akan datang, maka dari itu searah ini sangat perlu ditulis kembali sesuai dengan kebenarannya.
Sebagai ilmu, sejarah juga mempunyai fungsi yang begitu besar yaitu dapat dalam meneliti dan menyelidiki kejadian-kejadian atau peristiwa apa saja yang dialami oleh manusia pada masa lampau. Penelitian sejarah sebagai ilmu disini juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan melainkan harus ada metode yang baik. Agar kajian yang ditemukan pada sejarah tersebut nantinya dapat menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada masa-masa selanjutnya.

Ciri Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu mempunyai beberapa ciri yang diuraiakan sebagai berikut dibawah ini :

Empiris
Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri empiris yang berarti bahwa setiap kata yang dituangkan untuk menjelaskan kejadian di masa lampau benar-benar nyata dan sesuai dengan fakta yang ada. Semua pengalaman yang terjadi pada kejadian di masa lampau tersebut kemudian direkam dalam peninggalan atau sumber sejarah yang pada akhirnya dapat diteliti oleh sejarawan dalam menemukan fakta.

Memiliki objek
Sejarah sebagai ilmu harus memiliki objek artinya tidak ada ilmu yang tidak memiliki tujuan. Sehingga setiap ilmu pasti memiliki tujuan dan objek material atau sasaran yang jelas, dengan adanya objek tersebut maka bisa digunakan pula untuk membedakan dengan ilmu-ilmu yang lain. Sementara untuk objek sejarah itu sendiri yaitu manusia dan masyarakat yang ditekankan pada manusia dalam sudut pandang waktu atau periode tertentu.

Memiliki teori
Teori adalah argument atau pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa. Teori dalam sebuah sejarah berisi tentang kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.

Memiliki metode
Sejarah sebagai ilmu harus memiliki metode ilmiah yang baik. Karena dengan metode yang benar sejarah dapat dijelaskan secara baik dan nyata serta bisa disertai dengan bukti untuk membuat kesimpulan sejarah sebagai ilmu itu sendiri.

Mempunyai generalisasi
Generalisasi dalam sejarah sebagai ilmu disini diartikan suatu kesimpulan. Kesimpulan tersebut bersifat umum dari pengamatan dan pemahaman penulis.

Sejarah sebagai Kisah

Setelah mempelajari sejarah sebagai peristiwa, maka pembahasan yang berikutnya ialah sejarah sebagai kisah. Berbicara mengenai sejarah sebagai kisah, pada dasarnya sejarah disini siartikan sebagai sebuah cerita dalam berbagai bentuk. Bentuk-bentuk tersebut bisa berupa narasi maupun tafsiran dari suatu peristiwa sejarah.
Kisah sejarah itu pun pun dapat diwujudkan dalam tulisan atau lisan. Secara tulisan, kisah sejarah bisa dilihat bentuk tertulis misalnya yaitu pada buku, majalah atau surat kabar. Sedangkan secara lisan, sejarah sebagai kisah dapat diambil dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah.
Perlu anda ketahui, karena sejarah di sini bersifat kisah atau cerita maka isi setiap kisah sejarah pun dapat berbeda-beda. Semua isi sejarah tersebut tergantung dari siapa yang menyampaikannya, kepentingan, serta latar belakang si penyampai kisah sejarah yang bersangkutan.

Ciri Sejarah sebagai Kisah
Ciri sejarah sebagai kisah yaitu diuraiakan sebagai berikut;

Subjektif
Kisah harus bersifat subjektif, artinya yaitu berdasarkan ingatan masa lalu seseorang atau pendapat masing – masing seseorang.

Sarana untuk mengungkapkan kembali sejarah
Kisah sejarah dimaksudkan untuk mengungkapkan kembali sejarah yang pernah terjadi di masa lampau sebagai bentuk pembelajaran untuk semua orang di masa kini maupun masa yang akan datang.

Sejarah sebagai Peristiwa

Sejarah sebagai peristwa meupakan kumpulan kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan berpengaruh untuk kehidupan masa selanjutnya. Melalui sebuah peristiwa ini setiap orang bisa belajar mungkin dari suatu kejadian yang awalnya dianggap biasa-biasa saja, justru dimasa mendatang peristiwa tersebut memiliki pengaruh yang besar.
Maka dari itu situs sejarah sebagai peristiwa merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Berkenaan dengan konsep sejarah sebagai peristiwa maka yang menjadi fokus pembahasan ialah tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi atau berlangsung pada masa yang lampau.

Karakteristik Sejarah sebagai Peristiwa
Pada dasarnya setiap kejadian tidak bisa dianggap sebagai sejarah begitu saja akan tetapi sejarah sebagai peristiwa dianggap sebagai sejarah pada saat kondisi tersebut memiliki ciri sebagai berikut ini;

Unik
Arti dari kata unik disini yaitu bahwa sejarah berbeda dengan peristiwa lain, tidak bersifat umum, dan hanya terjadi sekali. Misalkan peristiwa akan kembali terulang namun pasti tidak akan sama seperti peristiwa sejarah aslinya.

Abadi
Sejarah sebagai peristiwa bercirikan abadi maknaya yaitu bahwa peristiwa sejarah akan selalu di ingat sepanjang masa oleh semua masyarakat dan tidak akan berubah.

Penting
Penitng yaitu bermakna bahwa sejarah sangat penting untuk diketahui semua orang. Alasannya karena sejarah ini memiliki manfaat yang dapat mengubah seseorang itu sendiri. Contohnya saja yaitu seseorang dapat mengetahui kekurangan dan kelebihannya karena mengetahui sejarahnya hidupnya, bahkan melalui sejarah ini pula akan diperoleh pengalaman-pengalaman yang bisa membawa perubahan diri menjadi lebih baik lagi.

Objektif
Objektif artinya yaitu peristiwa sejarah di masa lampau di dasarkan pada fakta sejarah yang terjadi sebagaimana adanya dan tidak ada penambahan ataupun pengurangan cerita. Artinya bahwa sejarah yang terjadi tersebut bukan suatu rekayasa cerita saja, namun sesuai dengan kejadian yang berlangsung pada waktu itu.

Sejarah Sebagai Seni

Sejarah sebagai seni merupakan proses menceritakan kembali peristiwa-peristiwa dan faka sejarah sesuai dengan seni sejarawan itu sendiri. Melalui seni itu pula nantinya tulisan-tulisan yang di buat sejarawan mampu membuat para pembacanya seakan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Ciri Sejarah sebagai Seni

Sejarah sebagai seni juga memiliki beberapa ciri yang diuraikan sebagai berikut dibawah ini :  
Intuisi
Ciri intuisi dalam sejarah sebagai seni disini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kejadian sejarah dimasa lampau.


Imajinasi
Imajinasi dimaksudkan bahwa sejarawan harus bisa menggambarkan dan  membayangkan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi.

Emosi
Emosi yaitu luapan perasaan sejarawan sebagai wujud untuk menghadirkan peristiwa sejarah yang seolah-olah dapat dirasakan secara langsung.

Gaya bahasa
Sejarah sebagai seni memilki gaya bahasa yang menarik dan baik. Dengan semakin memperindah gaya bahasa maka tulisan sejarah tersebut mampu menyampaikan isi sejarah itu sendiri secara langsung dengan lebih baik.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply