Peran Bahasa dalam Masyarakat

You are currently viewing Peran Bahasa dalam Masyarakat
0
(0)

Ditulis oleh Najiaturrohimah, Pendidikan Bahasa Arab Universitas Djuanda

Sinergitas Bahasa

Bahasa dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena apabila ada bahasa pasti ada masyarakat pun sebaliknya apabila ada masyarakat pasti ada bahasa. Tentunya kata bahasa sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita bukan? karena bahasa sangat berperan penting di dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial. Kehidupan bermasyarakat tak akan pernah lepas dari berkomunikasi dan berinteraksi sosial yang di mana kita akan menggunakan bahasa disetiap harinya sebagai alat untuk saling berhubungan dengan orang lain.

Sebelum membahas lebih lanjut, saya akan sedikit mengulas apa yang di maksud dengan bahasa. Menurut Bloomfiled seorang pakar linguistik struktural mengatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer (sewenang-wenang) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi (1). Bahasa adalah alat manusia untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya (2).

Dari uraian di atas sudah kita ketahui bahwa fungsi dan peran bahasa dalam masyarakat bukan hanya sebagai alat komunikasi saja. Akan tetapi, juga sebagai alat untuk berinteraksi sosial, mengidentifikasi diri, mengekspresikan pikiran dan perasaan, menyampaikan argumen, mempengaruhi orang lain, menyampaikan informasi atau pesan, dan lain-lain. Kemudian menurut Keraf (1980: 3), bahasa bila ditinjau dari dasar dan motif pertumbuhannya, berfungsi sebagai :

  1. alat untuk menyatakan ekspresi diri
  2. alat komunikasi
  3. alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
  4. alat untuk mengadakan kontrol sosial. (3)

Hal ini diperkuat oleh Kinneavy bahwa fungsi bahasa mencakup 5 fungsi dasar : expression, information, exploration, persuasion, dan entertaiment (4).

Fenomena Bahasa Terkini

Fakta dan fenomena menarik yang terjadi pada bahasa di era globalisasi saat ini adalah semakin berkembangnya zaman maka bahasa pun mengalami perkembangan dan pergeseran. banyak sekali faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pergeseran pada bahasa dalam kehidupan bermasyarakat di antara nya pendidikan, lingkungan sosial, pergaulan, media, dan lain-lain (2).

Contoh kasus yang banyak dijumpai di lingkungan sosial yaitu, ada orang yang berpendidikan tinggi di mana dia diajarkan bahasa asing. Suatu ketika dia sedang berjalan terburu-buru untuk bekerja di perusahaan nya dan tidak sengaja menyenggol orang lain lalu dengan spontan dia mengucapkan “ sorry, ga sengaja soalnya saya lagi buru-buru, sorry ya”. Hal ini tanpa kita sadari bahwa bahasa sudah mengalami perkembangan dan pergeseran di mana ketika orang Indonesia itu menggunakan bahasa Inggris dia sudah menggunakan bahasa yang bilingual (kedwibahasaan) dan akibatnya adalah bahasa daerah dan bahasa resmi (Indonesia) sedikit tergeser oleh bahasa asing yang diucapkannya (5). dikuatkan kembali oleh Lukman (2014) mengemukakan bahwa situasi kedwibahasaan membawa pengaruh pada pemakaian dan pemilihan bahasa dalam berbagai ranah kehidupan (6).

Contoh kasus selanjutnya yaitu mungkin sudah dan sedang kita alami saat ini. Hidup di era globalisasi saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan yang nama nya media dan teknologi. Bahkan media dan teknologi ini sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat apalagi di masa pandemi seperti ini. Karena inilah media pun berpengaruh dengan perkembangan dan pergeseran bahasa. Dengan media terkadang tanpa di sadari kita menemukan bahasa-bahasa baru atau yang sering dikenal dengan bahasa prokem atau gaul yang sekarang ini sering digunakan oleh kalangan para remaja sebagai bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi dengan lawan bicaranya, bahkan mungkin tidak hanya populer di kalangan remaja saja akan tetapi populer juga di kalangan orang dewasa sampai anak-anak.

Meskipun bahasa prokem atau bahasa gaul ini mayoritas digunakan oleh kalangan para remaja. Contoh bahasa prokem atau gaul yang sering digunakan sehari-hari adalah : “ih garing banget sih” atau “santuy aja, sabi kali nanti kita main-main lagi”. Kata yang bercetak miring adalah bahasa-bahasa prokem atau bahasa gaul yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari. Di mana kata garing sering diartikan dalam keadaan yang ketika berniat ingin menghibur akan tetapi gagal (tidak lucu). Kemudian, kata santuy sering diartikan atau disamakan dengan kata santai, dan kata sabi adalah pelesetan dari kata bisa. Dua contoh kasus di atas merupakan salah satu fakta dan fenomena yang sering kali terjadi dan sering kali ditemukan di lingkungan sosial. 

Di zaman era globalisasi saat ini mungkin bahasa disetiap daerah dan bahasa resmi sudah tergeser dan terkikis sedikit demi sedikit terutama bahasa daerah yang saat ini sudah hampir punah (3). Lalu bagaimana solusi untuk tetap melestarikan bahasa-bahasa daerah dan menjaga nya agar tidak tergeser oleh bahasa-bahasa asing dan bahasa prokem?

  1. Menggunakan bahasa daerah dilingkungan masyarakat khusus nya di lingkungan keluarga. Karena ini merupakan salah satu bukti kecintaan dan kebanggan kita selaku bagian dari masyarakat tersebut.
  2. Membuat karya-karya menggunakan bahasa daerah baik itu karya tulisan atau pun karya lisan.
  3. Mengenalkan bahasa daerah kepada generasi-generasi penerus; dan lain sebagainya. 

Diperjelas kembali oleh Garvin dan Mathiot dalam (Chaer dan Agustina, 2014) menjelaskan bahwa sikap positif yang diperlukan untuk mempertahankan suatu bahasa mencakup: 

  1. kesetiaan bahasa (language loyalty)
  2. kebangaan bahasa (language pride)
  3. kesadaran adanya norma bahasa (awerness of the norm) (7)

Pengaruh Bahasa dalam masyarakat

Tak dapat dipungkiri bahwa pengaruh bahasa sangatlah besar terhadap kehidupan, baik itu individu maupun masyarakat. Maka dari itu, saya mengambil judul ini karena kajian bahasa tidak akan pernah tuntas untuk dibahas. Karena bahasa sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Sudah dijelaskan di awal bahwa peran dan fungsi bahasa tidak hanya sebagai alat untuk berkomunikasi saja. Akan tetapi, bahasa juga bisa mempengaruhi karakter seseorang, mempengaruhi mindset seseorang bahkan terkadang dengan bahasa kita sudah bisa mengetahui kepribadian seseorang dan terkadang bahasa juga bisa menjadi pembeda antara orang yang berpendidikan dengan orang yang tidak berpendidikan. Perbedaan nya adalah ketika orang berpendidikan sedang berbicara dengan lawan bicara nya dia lebih cenderung munggunakan bahasa yang sopan, atau ketika sedang berbicara dengan lawan bicaranya dimana orang ini adalah orang yang sama-sama berpendidikan dia akan menggunakan bahasa yang bersifat ilmiah. Sedangkan orang yang tidak berpendidikan dia akan cenderung menggunakan bahasa yang sedikit kasar ketika berbicara dengan lawan bicara nya.

Nah, setelah kita mengetahui pengertian bahasa, peran dan fungsi bahasa dalam kehidupan bermasyarakat juga sudah mengetahui contoh fenomena-fenomena dan fakta-fakta yang terjadi di dalam bahasa di era globalisasi saat ini, sudah seharus nya dan sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa melestarikan bahasa-bahasa daerah dan bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia. Dengan cara selalu menggunakan bahasa daerah atau bahasa resmi dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan masyarakat di setiap hari nya terutama di lingkungan keluarga. Karena pendidikan di dapat pertama kali adalah di lingkungan keluarga dan faktor terbesar dalam membentuk karakter seseorang adalah lingkungan keluarga. Apabila lingkungan keluarga menerapkan pendidikan karakter yang di mulai dari memberikan contoh perkataan bahasa yang sopan dan santun maka akan membentuk karakter anak yang sopan dan santun dalam berbahasa begitu pun sebaliknya apabila lingkungan keluarga menggunakan bahasa yang kurang sopan atau sedikit kasar maka akan membentuk karakter anak yang nanti nya akan berbahasa yang kurang sopan karena dia mendapatkan pendidikan karakter yang seperti itu di dalam keluarganya (3).

Akan tetapi, tidak hanya lingkungan keluarga yang mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter seseorang. Lingkungan sosial dan pergaulan pun amat sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang dan mindset seseorang. Apabila dia hidup di lingkungan sosial dan pergaulan yang bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa yang kurang sopan atau sedikit kasar juga mindset yang negatif maka akan membentuk kepribadian dan karakter yang kurang sopan dalam berbahasa dan memiliki mindset yang negatif dalam hal apapun karena dia hidup di lingkungan yang memang seperti itu pun sebaliknya.

Bahasa bukan hanya sebagai alat untuk berinteraksi sosial saja. Akan tetapi, bahasa juga sebagai identitas suatu bangsa, bahasa bukan hanya sekedar alat untuk berkomunikasi. Akan tetapi, bahasa adalah jantung kebudayaan yang harus kita rawat dan kita jaga sebaik-baiknya (3). Jadi, sebagai generasi penerus bangsa kita harus pintar dalam memilah dan memilih lingkungan sosial dan lingkungan pergaulan. Karena, besar kecil nya dan sedikit banyak nya itu akan berdampak mempengaruhi karakter dalam diri kita dan karakter kita dalam berbahasa. Mengutip dari perkataan bapak presiden Republik Indonesia pertama bahwa “seribu orang tua bisa bermimpi, akan tetapi satu orang pemuda bisa mengubah dunia.”_Soekarno_

Maka dari itu, sebagai pemuda dan pemudi penerus bangsa kita harus mempelajari bahasa daerah dan bahasa resmi dengan baik dan benar sehingga kita dapat melestarikan dan menjaga nya agar tidak tergeser dan tidak punah oleh bahasa-bahasa asing dan juga bahasa-bahasa prokem atau bahasa gaul. Pun kita harus benar-benar memahami apa pengertian dari bahasa, apa saja peran dan fungsi bahasa dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, kita mampu mengantisipasi dan mengatasi masalah apa yang sedang terjadi di lingkungan sosial kita baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, dan pergaulan. Ya, paling tidak kita bisa mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut terlebih dahulu dari diri kita sendiri.

Referensi 

  1. Sumarsono. Sosiolinguistik. Irianto J, editor. Yogyakarta: SABDA (Lembaga Studi Agama, Budaya dan perdamaian) dan PUSTAKA PELAJAR; 18 p. 
  2. Pribadi NR. Kajian Sosiolinguistik : Fenomena Diglosia Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2017 UNS. 2017; 
  3. Fitria. Peran Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah dalam Pendidikan Karakter. J Chem Inf Model. 2013;53(9):1689–99. 
  4. Chaer A& AL. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. 15 p. 
  5. Katrini YE. Fenomena Bahasa di Lapangan : Sebuah Kajian. Ragam. 2014;14(1):15–21. 
  6. Ibrahim I, Ruslan R, Asnur MNA, Sabata YN, Kahar MS. Faktor Sosial Yang Berpengaruh Terhadap Pergeseran Bahasa Lowa. KEMBARA J Sci Lang Lit Teach. 2019;5(2):208. 
  7. Ernawati NU. Pergeseran Bahasa Masyarakat Etnis Tionghoa di Bima (Language Shifting of the Ethnic Chinese Community in Bima). 2019;(1):31–45. 
Cara mengutip artikel ini

Najiaturrohimah (2021, Julli 18) Peran bahasa dalam masyarakat. Retrieved from https://mitrapalupi.com/peran-bahasa-dalam-masyarakat

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply