Pengertian Berpikir Kreatif dan Unsur-unsur Kreativitas

You are currently viewing Pengertian Berpikir Kreatif dan Unsur-unsur Kreativitas
5
(2)

Ditulis oleh Zaini Rahmawati, Pendidikan Bahasa Arab Universitas Djuanda

Manusia pada dasarnya mempunyai pemikiran yang luar biasa, setiap hari manusia selalu berpikir akan hal apa saja yang akan mereka lakukan, dan tidak akan berhenti untuk berpikir sampai mereka tidak bisa berpikir dan meninggal dunia, pada hakikanya berpikir adalah salah satu tanda manusia itu sehat dan hidup, karena semua pekerajan manusia akan berhubungan dengan pikiran dan bagaimana cara berpikir, manusia akan berhubungan dengan suatu masalah yang tidak akan berhenti sampai kapanpun, dengan hal itu jalan keluar untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan berpikir. Manusia mempunyai pemikiran yang luwes dan bebas, mereka tidak akan kehabisan suatu ide jika pemikiran mereka terus digunakan, apalagi jika digunakan dengan baik dan memberikan suatu ide atau gagasan yang luar biasa, maka dari itu manusia bisa berpikir dengan kreatif.

Peradaban dunia pun di hasilakan oleh berpikirnya seorang ilmuwan yang luar biasa, menghasilkan ilmu pengetahuan, dengan hal itu peradaban dunia akan semakin berkembang dan maju, semakin bergantinya waktu dan berkembangnya zaman semakin banyak hal-hal baru seperti teknologi yang semakin canggih, dan informasi yang cepat di dapat, dengan berpikir kreatif seorang ilmuawan akan menghasilakan hal-hal yang belum pernah ada sebelumnya, dan berinovasi dengan hal yang sudah ada sebelumnya. Maka dari itu semuanya akan berkaitan dengan unsur-unsur kreativitas didalamnya.

Berpikir merupakan berkembangnya sebuah ide, gagasan, atau pemikiran dari diri manusia yang yang harus dikeluakan, dan berkembangannya sebuah pemikiran tersebut yaitu dari informasi yang telah di dapat dan di simpan oleh seseorang berupa sebuah definisi-definisi. Berpikir juga adalah suatu pekerjaan yang melibatkan otak seseorang, dan terkadang sebuah ide dari hasil berpikir itu akan keluar ketika seseorang terdesak atau sedang benar-benar memerlukannya, sama halnya dengan seseorang yang sedang dalam permasalahan dan seseorang akan berpikir keras agar dia keluar dari permasalahan-permasalahan tersebut dengan mencari solusi. Pengertian secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental dan kognitif, berpikir pada umumnya didefinisikan sebagai sebuah proses mental yang dapat mengahsilkan sebuah pengetahuan. Secara formal, berpikir ada;ah penyusunan kembali atau memanipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan sekitar ataupun dari symbol yang tersimpan dalam sebuah memori otak. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi symbol dari beberapa peristiwa (Khodijah, 2006: 117). (Maxwell, 2004: 82) mengartikan berpikir sebagai segala aktivitas mental yang membantu merumuskan atau memecahkan masalah, membuat keputusan, atau memenuhi keinginannya untuk memahami, berpikir adalah sebuah pencarian jawaban, dan sebuah pencapaian makna.

Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari Bahasa Inggris to create, yang merupakan singkatan dari: Combine (menggabungkan) penggabungan suatu hal dengan hal lain, Reverse (membalik) membalikan beberapa bagian atau proses, Eliminate (menghilangkan) menghilangkan beberapa bagian, Alternatif (kemungkinan) menggunakan cara, dengan yang lain, Twist (memutar) memutarkan sesuatu dengan ikatan, Elaborate (memerinci) memerinci atau menambah sesuatu. Kreatif merupakan suatu kemampuan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok orang yang dapat melakukan sebuah terobosan atau hal-hal tertentu dan dapat memecahkan sebuah masalah dengan sesuatu yang berbeda, kreatif juga dapat di artikan sebuah kemampuan yang dapat menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan atau bersifat (mengandung) daya cipta yaitu pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi. 

Berpikir kreatif merupakan kemampuan suatu individu yang memikirkan hal-hal ynag baru dan melakukan sesuatu yang sebelumnya ada dan di inovasikan menjadi sesuatu yang baru. Kemampuan berpikir kreatif merupajkan sebuah kemapuan yang memikirkan berbgai macam hal dan begitu bervariasi, menggunakan sudut pandang yang berbeda, dan memikirkan hal baru, serta kemampuan yang dapat menghasilkan sebuh alternative solusi (Torrance el al., 1992).  Evans (1991) menjelaskan bahwa berpikir kreatif adalah suatu aktiitas mental untuk membuat hubungan-hubungan (conection) yang terus menerus (continue), sehingga ditemukan kombinasi yang “benar” atau sampai seseorang itu menyerah. Jadi, berpikir kreatif merupakan kegiatan mental untuk menemuakan sesuatu kombinasi yang belum dikenal sebelumnya. Berpikir kreatif juga dapat di pandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu ide baru, ide baru tersebut merupakan gabungan ide-ide sebelumnya. Yang belum terwujud aau masih dalam proses pemikiran. Pengertian berpikir kreatif ini ditandai adanya ide baru yang muncul sebagai hasil dari proses berpikir tersebut (1).

Berpikir kreatif merupakan ungkapan sebuah ekspresi dari individu dalam berinteraksi dengan lingkunagan sekitar. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan keaslian dari seseorang tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik dapat diharapkan timbulnya ide-ide dan gagasan baru serta produk-produk yang inovatif dan adanya ciri-ciri yaitu mampu mengarah diri pada objek tertentu, mampu memperinci suatu gagasan, mampu menganalisis ide-ide dan kualitas karya pribadi, mampu menciptakan suatu gagasan baru dalam pemecahan sebuah masalah. (Munandar, 199: 45). Pemecahan masalah akan selalu berkesinambungan dengan dengan segala kemampuan berpikir kreatif. Untuk berpikir kreatif haruslah melalui beberapa tahapan dan tingkatan dalam proses kreatif itu sendiri, maka dari itu dengan melalui tahapan dan proses permasalahan akan  terpecahkan dan dapat di selesaikan dengan cara berpikir dan melakukan sesuatu dengan kreatif (2).

Dalam memandang kaitannya antara berpikir kreatif dan berpikir kritis diperoleh dua pandangan yaitu yang pertama memandang berpikir kreatif bersifat intuitif yang berbeda dengan berpikir kritis (analitis) yang didasarkan pada logika, dan yang kedua memandang berpikir kreatif merupakan percampuran berpikir yang analitis dan intuitif. Berpikir yang intuitif artinya berpikir untuk mendapatkan sesuatu dengan menggunakan naluri atau perasaan (feeling) yang tiba-tiba (insight) tanpa berdasarkan fakta-fakta yang umum. Pandangan pertama cenderung dipengaruhi oleh pandangan terhadap dikotomi otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsitidak sama, sedangkan pandangan kedua melihat dua belah otak bekerja secara sinergi bersama-sama yang tidak terpisah.

Kreativitas merupakan sebuah kemampuan untuk membuat perpaduan antara data,  informasi, dan unsur-unsur yang sudah di peroleh oleh mereka selama hidupnya, dengan mencari pengetahuan dan pengalaman dj lingkungan sekitar. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk mencapai sebuah prestasi (satiadarma, 2003), kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sebuah ide atau gagasan baru yang dapat diterapkan untuk pemecah masalah, dan juga untuk mengetahui hubungan baru antara unsur yang sudah ada sebelumnya (Munanda: 2009),  kreativitas ini meliputi bidang ilmu pengetahuan, sastra, atau seni lainnya. kreativitas tidak hanya untuk sesuatu hal yang baru saja tapi juga mengenbangkan sesuatu yang sudah ada menjadi hal yan berbeda dari sebelumnya, kreativitas seseorang dapat di liat dari perilaku, atau kegiatannya yang kreatif.untuk menghasilkan sebuah kreativitas di perlukan semangat kreatif yang berdasarkan pada sara ingin tahu dan keterbukaan serta komitmen yang besar untuk mewujudkan sebuah ide atau gagasan kreatifnya (3).

Banyak sekali orang yang mengira bahwa kreativitas itu adalah sebuah bakat seseorang dan kemampuan bawaan dari lahir, hal itu sepenuhnya tidak benar, karena kreativitas ditentukan oleh perpaduan beberapa unsur di dalamnya, yaitu : 

  1. Kemampuan berpikir kritis 

Kreativitas sangat ditentukan oleh kemampuan berpikir kritis tidak merasa puas dengan apa yang ada. Ia ingin mencari sesuatu hal yang baru dari pada yang telah ada sebelumnya. Dengan berpikir kritis, jiwa akan hidup karena didorong terus untuk mencari dan terus mencari. Dengan berpikie kritis orang dituntut untuk mencari kemunginan-kemungkinan lain, hubungan-hubungan baru dan cara-cara baru.

Dengan berpikir kritis kita akan mendapatkian ide-ide yang luar biasa, dan akan membuat pemikiran kita luas dan dapat mengetahui apa yang kita tidak tahu menjadi tahu, sikap berpikir kritis ini sangat penting bagi seseorang yang kreatif karena hal itu akan berpengaruh besar bagi orang-orang yang menginginkan hal sesuatu yang luar biasa.

  1. Kepekaan emosi

Kepekaan emosi sangat perlu agar dapat merasakan dan menangkap sesuatu yang belum jelas dari apa yang ada di lingkungan sekitarnya, kepekaan emosi akan sangat membantu agar kreativitas seorang individu berkembang dan dapat mengenali lingkungan dengan melalui pendekatan-pendekatan tertentu agar dapat mengetahui suatu keadaan atau kondisi suatu lingkungan sekitar. Kepekaan emosi harus melibatkan rasa didalamnya, karena dengan hal itu kita dapat mengetahuinya dengan jelas. 

  1. Bakat 

Sebuah baakat akan dapat memperkuat daya kreativitas seseorang tetapi bukan satu-satunya unsur yang menentukan sebuah kreativitsas. Dengsn hsl itu, orang yang berbakat di bidang hal tertentu misalnya seseorang yang berbakat melukis dengan orang yang tidak bisa atau tidak berbakat dengan hal itu. Namun demikian seseorang yang kreatif tidak hanya mengandalkan bakatnya saja. Karena jika hanya mempunya bakat tanpa di asah tidak akan menjadi hal yang luar biasa, karena bakat di ibaratkan pisau, psau dasarnya tajam dan dapat melukai apapun, tetapi jika pisau itu tidak di pakai dan di asah maka akan tumpul dan berkarat, maka dari itu sebuah bakat perlu dikembangkan dengan di terus di pakai dan di asah oleh diri kita sendiri

  1. Daya imajinasi

Daya imajiasi yang tinggi akan menghasilkan kreativitas yang baik. Dengan daya imajinasi seseorang dapat menciptakan sebuah gambaran utuh dan lengkap dalam fantasinya, serta mampu mengaitkan segala sesuatu yang dilihat, dicium, dirasa, didenger atau dirabanya. Seorang individu yang kreativitasnya tinggi biasanya memiliki daya imajinasi yang luas dan baik, dengan hal itu sebuah ide atau gagasan pun tercipta imajinasi akan di butuhkan oleh seorang yang berpikir kreatif, karena hal itu akan menunjang suatu kreativitasnya berkembang.

Berpikir sangat dibutuhkan oleh manusia, dengan hal itu manusia dapat melakukan sesuatu dengan tersusum dan baik, dan dengan berpikirpun manusia kan mendaptkan pengetahuan yang mumpuni dan dapat mengelola semuanya dengan baik, dengan hal itu pula berpikir dapat mengahasilkan sesuatu yang baru dengan mereka berpikir kreatif, dengan kita berpikir kreatif kita dapat menciptakan hal yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya, atau mengembangkan sesuatu yang sudah ada sebelumnya, dengan hal itu kita harus mengetahui sebuah unsur-unsur kreativitas seperti kemampuan berpikir kritis, kepekaan emosi, bakat, dan daya imainasi agar kita dapat melakukan sesuatu hal dengan baik dan juga tersusun.

Daftar Pustaka 

  1. Muqadas I. Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Metod Didakt  J Pendidik Ke-SD-an. 2016;9(2):25–33. 
  2. Istiawati Kiswandono. Berpikir Kreatif Suatu Pendekatan Menuju Berpikir Arsitektural. Dimens (Jurnal Tek Arsitektur) [Internet]. 2000;28(1):8–16. Available from: http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ars/article/view/15721
  3. Zakiah NE, Fatimah AT, Sunaryo Y. Implementasi Project-Based Learning Untuk Mengeksplorasi Kreativitas Dan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa. Teorema Teor dan Ris Mat. 2020;5(2):286. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply