Metode Penelitian Deskriptif untuk Pemula

penelitian deskriptif mengungkap gambaran objek penelitian
penelitian deskriptif mengungkap gambaran objek penelitian
0
(0)

Penelitian deskriptif merupakan salah satu metode yang dapat dipilih saat melakukan penelitian. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti secara mendalam, luas, dan terperinci. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi dengan mengumpulkan data, klasifikasi, analisis, kesimpulan, dan laporan. Metode ini dilakukan dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul.

Penyajian data dalam penelitian deskriptif dapat dilakukan melalui tabel, grafik, diagram, piktogram, perhitungan modus, median, mean, standar deviasi, dan perhitungan persentase.

Ciri-ciri penelitian deskriptif

  • Penelitian deskriptif merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studi, misalnya umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status marital, sosial ekonomi, dan lain sebagainya sesuai tujuan penelitian.
  • Penelitian deskriptif murni tidak membutuhkan kelompok kontrol sebagai pembanding karena yang dicari perolehan gambaran tentang hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dipilih.
  • Hubungan sebab akibat hanya merupakan perkiraan berdasarkan tabel silang yang disajikan. Hasil penelitian disajikan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilakukan analisis mendalam.
  • Penelitian deskriptif merupakan penelitian pendahuluan dan digunakan bersama-sama dengan jenis penelitian lain.
  • Pengumpulan data dilakukan dalam satu saat atau satu periode tertentu.
  • Setiap subjek studi selama penelitian hanya diamati satu kali.
  • Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan cross-sectional berupa sampling survei atau data sekunder.
  • Penelitian deskriptif dapat dilakukan pada wilayah terbatas, seperti desa atau kecamatan.

Jenis penelitian deskriptif

  1. Penelitian Tindakan dilakukan setelah ada penelitian lain dan dilaksanakan dalam bentuk penelitian baru. Tujuannya sebagai evaluasi dari sebuah keberhasilan, manfaat, kegunaan, sumbangan, serta kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan tertentu, sehingga mendapatkan perbaikan agar hasil menjadi lebih baik.
  2. Penelitian Survei Deskriptif senantiasa menggunakan survei untuk metode mengumpulkan data tentang berbagai subjek penelitian. Jenis data penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dapat diperoleh kondisi yang berbeda di antara subjek-subjek tersebut. Misalnya saja seorang peneliti ingin menentukan kualifikasi profesional yang bekerja di Maryland. Ia menggunakan survei sebagai instrumen penelitiannya, dan setiap item pada survei yang terkait dengan kualifikasi diberikan jawaban Ya/Tidak. Dengan cara ini, peneliti dapat mendeskripsikan kualifikasi yang dimiliki oleh demografi pekerja di komunitas ini.
  3. Penelitian Survei Normatif merupakan perluasan dari penelitian survei deskriptif, dengan tambahan sebagai elemen normatif. Dalam survei deskriptif-normatif, hasil penelitian harus dibandingkan dengan standar yang ada. Misalnya, sebuah organisasi yang ingin menguji keterampilan karyawannya oleh tim dapat meminta mereka mengikuti tes keterampilan. Arti tes keterampilan adalah alat evaluasi dalam hal ini, dan hasil tes tersebut dibandingkan dengan standar peran masing-masing. Jika skor tim satu standar deviasi di atas mean, itu sangat memuaskan, jika satu standar deviasi di bawah mean maka tidak memuaskan.
  4. Penelitian Kepustakaan dilakukan dengan sumber dari perpustakaan dan membahas beberapa teori yang dikaji ulang.
  5. Penelitian Komparatif berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variabel atau beberapa variabel sekaligus. Tujuannya untuk melihat perbedaan antara situasi, peristiwa, kegiatan, atau program. Perbandingan yang diperhatikan mencakup seluruh unsur dalam komponen penelitian yang terkait antara satu sama lain. Inti penelitian ini menjelaskan bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.
  6. Penelitian status adalah teknik deskripsi kuantitatif yang berusaha menjawab pertanyaan tentang situasi kehidupan nyata. Misalnya saja, seorang peneliti meneliti pendapatan karyawan di suatu perusahaan, dan hubungannya dengan kinerja mereka. Survei akan dilakukan untuk metode mengumpulkan data yang cukup tentang pendapatan karyawan, kemudian kinerja mereka akan dievaluasi dan dibandingkan dengan pendapatan mereka. Penelitian ini akan membantu menentukan apakah pendapatan yang lebih tinggi berarti kinerja yang lebih baik dan pendapatan yang rendah berarti kinerja yang lebih rendah atau sebaliknya.
  7. Penelitian deskriptif analisis mendeskripsikan suatu subjek dengan cara menganalisisnya lebih lanjut, yang dalam hal ini membaginya menjadi 2 bagian. Misalnya, personel SDM perusahaan yang ingin menganalisis peran pekerjaan setiap karyawan perusahaan dapat membagi karyawan menjadi orang-orang yang bekerja di Kantor Pusat di AS dan mereka yang bekerja dari kantor Oslo, Norwegia. Dalam hal ini angket penelitian dibuat untuk menganalisis peran pekerjaan karyawan dengan gaji yang sama dan bekerja di posisi yang sama.
  8. Penelitian Klasifikasi dipergunakan dalam ilmu biologi untuk klasifikasi tumbuhan dan hewan. Seorang peneliti yang ingin mengklasifikasikan hewan laut menjadi spesies yang berbeda akan mengumpulkan sampel dari berbagai stasiun pencarian, kemudian mengklasifikasikannya sesuai dengan itu.
  9. Penelitian korelasi digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara 2 variabel penelitian adalah positif, negatif, atau netral. Artinya, jika 2 variabel, katakanlah X dan Y berbanding lurus, berbanding terbalik atau tidak berhubungan satu sama lain.

Teknik Pengumpulan Data Penelitian Deskriptif

Ditinjau dari segi metode pengumpulan data yang digunakan, dalam penelitian deskriptif terdapat 3 metode yang dapat dilakukan, anatara lain:

Teknik Observasi

Teknik observasi memungkinkan peneliti mengumpulkan data berdasarkan pandangan mereka terhadap perilaku dan karakteristik responden penelitian, dengan responden itu sendiri tidak secara langsung memberikan masukan. Ini sering digunakan dalam riset pasar, psikologi, dan beberapa penelitian ilmu sosial lainnya untuk memahami perilaku manusia.

Metode ini juga merupakan aspek penting dari penelitian ilmiah fisika, dengan itu menjadi salah satu metode paling efektif untuk melakukan penelitian deskriptif. Proses ini dapat dikatakan penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif.

Observasi kuantitatif melibatkan pengumpulan data numerik secara objektif, yang hasilnya dapat dianalisis dengan menggunakan metode numerik dan statistik. Sedangkan, observasi kualitatif, di sisi lain, melibatkan pemantauan karakteristik dan bukan pengukuran angka. Peneliti membuat observasi dari kejauhan, mencatatnya, dan digunakan untuk menginformasikan kesimpulan.

Teknik Studi Kasus

Studi kasus adalah kelompok sampel (individu, sekelompok orang, organisasi, even/peristiwa, dan lain-lain). Yang karakteristiknya digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik kelompok yang lebih besar di mana studi kasus merupakan subkelompok. Informasi yang dikumpulkan dari penyelidikan studi kasus dapat digeneralisasikan untuk melayani kelompok yang lebih besar.

Namun, generalisasi ini mungkin berisiko karena studi kasus tidak cukup untuk membuat prediksi yang akurat tentang kelompok yang lebih besar. Studi kasus adalah kasus generalisasi yang buruk.

Teknik Survei

Riset ini adalah teknik pengumpulan data yang sangat populer dalam desain penelitian. Dalam penelitian survei, peneliti membuat survei atau kuesioner dan menyebarkannya kepada responden yang memberikan jawaban.

Umumnya, ini digunakan untuk mendapatkan informasi cepat langsung dari sumber utama dan juga melakukan penelitian kuantitatif dan kualitatif yang ketat. Dalam beberapa kasus, penelitian survei menggunakan perpaduan antara strategi kualitatif dan kuantitatif.

Langkah–Langkah Pelaksanaan Penelitian Deskriptif

  1. Memilih masalah yang akan diteliti.
  2. Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah.
  3. Kemudian mengadakan studi pendahuluan berdasarkan masalah untuk menghimpun informasi dan teori yang digunakan dalam kerangka konsep penelitian.
  4. Membuat asumsi atau anggapan yang menjadi dasar hipotesis penelitian.
  5. Merumuskan hipotesis penelitian.
  6. Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.
  7. Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi data.
  8. Menentukan teknik dan alat pengumpul data yang digunakan.
  9. Melaksanakan penelitian atau pengumpulan.
  10. Melakukan pengolahan data dan analisis data.
  11. Menarik kesimpulan.
  12. Menyusun dan mempublikasi laporan penelitian.

Prosedur Wajib Penelitian Deskriptif

  1. Merumuskan pertanyaan penelitian, Pertanyaan penelitian merupakan langkah awal dalam penelitian sebagai penentu suatu tujuan.
  2. Tujuan dan definisi operasional, Dari pertanyaan penelitian akan ditentukan tujuan penelitian yang dibedakan menjadi tujuan umum dan khusus. Tujuan umum merupakan pencapaian penelitian. Sedangkan tujuan khusus adalah tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan umum.
  3. Populasi dan subjek studi, Populasi studi dapat berupa sekelompok masyarakat. Setelah menentukan populasi, tentukan kriteria subjek studi.
  4. Cara pengambilan sampel, Pengambilan sampel dilakukan untuk menghemat biaya, tenaga, dan waktu. Ada beragam, cara pengambilan sampel yang disesuaikan dengan kondisi populasi studi.
  5. Menentukan variabel yang akan diteliti, Variabel penelitian digunakan untuk menyusun daftar pertanyaan sebagai pedoman dalam pengumpulan data. Daftar pertanyaan dibuat berdasarkan variabel yang ditentukan, lalu dijabarkan menjadi pertanyaan sesuai tujuan penelitian.
  6. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan teknik wawancara atau angket.
  7. Pengolahan data, Data yang dikumpulkan akan diolah agar mudah disajikan dan dianalisis.
  8. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabel silang, dan berbagai grafik.
  9. Analisis data dilakukan dengan perhitungan statistik sederhana, seperti rasio, persentase, proporsi, simpangan baku, koefisien korelasi, atau pengukuran risiko relatif sesuai data yang diperoleh.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?