Konsep Dasar dan Prinsip Penelitian

konsep dasar dan prinsip penelitian
0
(0)

Deskripsi Singkat

Di topik konsep dasar dan prinsip penelitian ini, Sobat mahasiswa akan memelajari kebenaran, pendekatan kebenaran, pengertian penelitian, sikap ilmiah, metode berpikir ilmiah, tujuan penelitian, fungsi penelitian, manfaat penelitian

Kebenaran

Kebenaran merupakan suatu hal yang senantiasa dicari oleh manusia. Pencarian manusia atas kebenaran selalu dilandasi sederet pertanyaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. misalnya, mengapa mahasiswa perlu memelajari mata kuliah metode penelitian?

Usaha mencari jawaban atas sebuah pertanyaan yang timbul akan berujung pada ilmu pengetahuan. Sekurang-kurangnya terdapat 3 kajian dalam mencari ilmu pengetahuan, yakni antara lain 1) objek yang dikaji; 2) proses menentukan
ilmu; dan 3) manfaat ilmu tersebut. Oleh karena itu proses berpikir manusia pada ilmu pengetahuan akan mengarahkan pada suatu fenomena kebenaran.

Sejatinya kebenaran dapat dibagi menjadi 4, antara lain metafisik, etik, logika, dan empirik. Pembagian terebut disusun secara hirarki dari tingkatan abstrak (metafisik) hingga konkret (empirik). Adapun pengertian atas masing-masing hirarki kebenaran dijelaskan berikut dibawah ini.

1. Kebenaran Metafisik
Kebenaran metafisik tidak bisa diuji berdasarkan norma eksternal seperti kesesuaian dengan alam, logika deduktif, atau standar-standar perilaku profesional. Kebenaran metafisik kerap disebut sebagai ultimate truth (kebenaran hakiki) yang harus diterima apa adanya. Misalnya kebenaran iman dan doktrin absolut agama.

2. Kebenaran Etik

Kebenaran etik senantiasa merujuk pada instrumen standar moral atau profesional yang pantas dilakukan manusia. Seseorang dikatakan benar secara etik bila berperilaku sesuai dengan standar perilaku yang melekat. Standar perilaku dapat bersumber dari kearifan lokal yang bersumber pada norma sosial-budaya kelompok masyarakat atau komunitas profesi tertentu maupun kebenaran metafisik Misalnya larangan memotong orang tua yang sedang berbicara.

3. Kebenaran Logika

Kebenaran logika bersumber pada konsistensi logis atau matematis dan koheren dengan apa yang telah diakui benar. Misalnya 1 + 2 = 3 merupakan kebenaran logis yang telah mendapat pengakuan banyak orang. Begitu pula 2 + 1 = 3 juga merupakan kebenaran logis.

4. Kebenaran Empirik

Kebenaran empirik umumnya dipercayai melandasi pekerjaan peneliti dalam melakukan penelitian. Kebenaran empirik bersumber dari asumsi, dalil, hipotesis maupun proposisi yang disesuaikan dengan kenyataan alam dengan cara verifikasi, justifikasti maupun kritik dengan hasil yang konsisten. Kebenaran empirik ini kerap kali disebut dengan kebenaran ilmiah.

Pendekatan Kebenaran

Upaya manusia memperoleh kebenaran sekurang-kurangnya terdiri atas dua pendekatan, yakni pendekatan non ilmiah dan pendekatan ilmiah. Pendekatan non ilmiah muncul seiring dengan fenomena yang membutuhkan penjelasan. Pendekatan non ilmiah dilakukan dengan akal (sommon sense), prasangka, intuisi, penemuan kebetulan, coba-coba (trial error), pendapat otoritas, pikiran kritis, dan pengalaman. Sementara pendekatan ilmiah dilakukan dengan metode ilmiah berpola pikir deduktif, induktif, dan gabungan. Secara ringkas kedua pendekatan tersebu tampak pada tabel 1 di bawah ini.

Pendekatan Non IlmiahPendekatan Ilmiah
1. akal (common sense)
2. prasangka
3. intuisi
4. penemuan kebetulan
5. coba-coba (trial error)
6. pendapat otoritas
7. pikiran kritis
8. pengalaman
1. deduktif
2. induktif
3. gabungan
Tabel 1 Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah

Common sense sering diartikan Good sense yakni kondisi dimana sesutau dapat diakui karena keberterimaannya. Prasangka merupakan dugaan sementara. intuisi merupakan proses kejiwaan tanpa suatu rangsang untuk mampu membuat peryataan berupa pengetahuan. Pendapat otoritas merupakan pengetahuan yang lahir dari sebuah kekuasaan yang diakui oleh anggota kelompoknya.

Penjelasan pendektan ilmiah akan diljelaskan selanjutnya pada bagian metode berpikir ilmiah.

Penelitian

Sejumlah pendapat para ahli atas pengertian penelitian adalah sebagai berikut.
1. Parson: penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inkuiri) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
2. John: penelitian adalah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan dalil atau hukum tertentu.
3. Woody: penelitian adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran pemikiran kritis. Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan, dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan yang diambil untuk menentukan apakah kesimpulan tersebut cocok dengan hipotesis.
4. Donald Ary: penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian pengkajian suatu masalah masalah untuk memperoleh memperoleh informasi informasi yang berguna berguna dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Hill Way: penelitian adalah suatu metode studi yang bersifat hatihati dan mendalam dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas masalah tertentu guna membuat pemecahan masalah tersebut.
6. Winarno Surachmand: penelitian adalah kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru yang bersumber dari primer-primer, dengan tekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta mengadakan ramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki
7. Soetrisno Hadi: penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.
8. Cooper & Emory: Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.
9. Suparmoko: Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia.

Secara sederhana, penelitian dimaknai sebagai suatu tindakan berencana dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu.

Sikap Ilmiah

Peneliti dituntut untuk melakukan sikap ilmiah dalam melakukan tugas ilmiah. Tugas ilmiah berupa memelajari, meneruskan, menolak atau menerima, dan mengubah atau menambah pikiran ilmiah. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Skeptis. Sikap meragukan setiap pernyataan ilmiah yang belum teruji kebenarannya.
2. Ingin tahu. Sikap senantiasa bertanya berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
3. Kritis. Sikap mencari informasi sebanyak mungin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk kebutuhan komparasi.
4. Terbuka. Sikap mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain meski tidak sepaham atau tidak sesuai.
5. Objektif. Sikap menyatakan apadaanya tanpa diikuti perasaan pribadi.
6. Rela menghargai karya orang lain. Sikap yang senantiasa menyebutkan sumber secara jelas pernyataan atau pendapat yang bersumber dari orang lain.
7. Berani mempertahankan kebenaran. Sikap atas ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walaupun bertentangan dengan teori yang ada.
8. Menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan kesinambungan pembuktian hipotesis yang disusun demi pengembangan bidang ilmunya.

Metode Berpikir Ilmiah

Suatu pengatahuan ilmiah disebut valid ketika peneliti melakukan penyimpulan dengan benar. Kegiatan penyimpulan inilah yang disebut logika. Logika diperoleh dengan metode deduksi dan induksi.

1. Metode deduksi
Metode deduksi bergerak dari hal yang bersifat umum kemudian ditetapkan hal-hal yang bersifat khusus. Perhatikan pernyataan dibawah ini.
a. Semua manusia bisa mati
b. Dosen adalah manusia
c. jadi, Dosen bisa mati

pernyataan a merupakan pernyataan yang bersifat unversal. pernyataan b merupakan pernyataan spesifik yakni profesi dosen sebagai bagian dari populasi manusia. Sehingga ditarik kesimpulan pernyataan c bahwa profesi dosen akan menerima kondisi universal (mati).

2. Metode induksi
Metode induksi adalah suatau cara menganalisis ilmiah yang bergerak dari yang bersifat spesifik menuju hal-hal yang bersifat universal. Perhatikan pernyataan berikut
a. Ayam memiliki mata
b. Kambing memiliki mata
c. Lalat memiliki mata
d. Semua hewan memiliki mata

Pernyataan a, b dan c, mermiliki kesamaan yakni memiliki mata sehingga pernyataan d dapat disimpulkan bahwa semua hewan memiliki mata.

Tujuan, Fungsi & Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai penulisan tujuan penelitian yang baik adalah sebagai berikut
1. spesifik,
2. terbatas,
3. dapat diukur,
4. dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian.

Adapun tujuan penelitian juga turut membentuk ragam penelitian. Ragam penelitian berdasarkan tujuan antara lain:
1. Eksplorasi.
Sekurang-kurangnya ada tiga arah dari tujuan penelitian eksplorasi
a. memuaskan keingintahuan awal dan ingin memahami lebih
b. menguji kelayakan dalam melakukan riset yang lebih mendalam
c. mengembangkan metode yang akan dipakai lebih mendalam

2. Deskripsi
Arah tujuan penelitian deskripsi berkiatan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakan fenomena satu dengan lainnya.

3, Prediksi
Arah tujuan penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi keterkaitan kemungkinan sesuatu (variabel X) dengan mengetahui hal lain (variabel Y).

4. Eksplanasi
Arah tujuan penelitian eksplanasi berupaya menelaah hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.

5. Aksi
Arah penelitian aksi berupaya mencari solusi atas 4 tujuan penelitian sebelumnya dengan sebuah tindakan

Fungsi Penelitian
Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Pemecahan jawaban dapat bervariasi bergantung pada jenis penelitian yang digunakan. Penelitain dasar menghasilkan pemecahan yang bersifat abstrak dan umum. Sementara penelitian terapan menghasilankpemecahan yang bersifat spesifik. Oleh karena itu fungsi penelitian secara spesifik antara lain sebagai berikut
1. mendeskripsikan/memberikan data atau informasi
2. menerangkan data atau kondisi latar belakang terjadinya suatu fenomena
3. menyusun teori
4. meramalkan, mengestimasi dan memroyeksi
5. mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian secara umum membiasakan diri untuk melakukan penalaran. Kebiasaan ini akan membentuk karakter positif pada diri. Karakter positif tersebut muncul dibeberapa bagian, yakni saat pengambilan sampel penelitian, pembuatan instrumen penelitian dan pelaksanakan teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.

Berdasarkan peruntukan, penelitian yang dilakukan sekurang-kurangnya memberikan dampak pada
1. Bagi Lembaga. Orisinilitas karya tulis mahaiswa yang dihasilkan lebih terjamin dan tebih terasakan, yaitu:
a. Mutu mahasiswa yang diluluskan lebih tinggi dan handal
b. Kegiatan akademik di Kampus akan lebih hidup dan berbobot
2. Bagi Mahasiswa. Mendapat pengalaman meneliti yang berharga, yaitu:
a. Mendapat pembinaan diri menuju pribadi berkualitas
b. Mempersembahkan hasil karya yang dapat membanggakan
3. Bagi Dosen Pembimbing. Menambah penalaran ilmu khususnya pengetahuan terapan,yaitu:
a. Menambah khasanah data dan informasi yang terpercaya
b. Menambah tajam wawasan keilmuan dan prestasi akademik

KUIS

Klik link ini atau gambar dibawah ini jika Anda sudah siap lakukan kuis, pastikan tuliskan identitas dengan lengkap, (nama, email pribadi, email dosen, dan kelas)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply