Adaptasi Metod Hybrid di Era New Normal bagi Mahasiswa Farmasi untuk mewujudkan Sosiopreneur

new normal
0
(0)

Cindy Junita Romli dari Universitas Medika Suherman

Pendahuluan
Awal tahun 2020 Indonesia sudah dinyatakan terkena dampak dari Pandemi Covid-19 yang mana semua aktivitas hanya bisa dilakukan di rumah saja untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 ini, seiring berjalannya waktu pandemi ini pun belum bisa dikatakan berakhir namun kehidupan harus terus berjalan. Masyarakat tentunya ingin kembali bekerja, belajar, bersosialisasi, beraktivitas agar bisa produktif, bahkan beribadah secara jama’ah di era pandemi ini. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, cepat atau lambat akan berakibat pada berbagai aspek, baik sosial, budaya, perkembangan ekonomi akan mengalami perlambatan, industri tidak berjalan, bahkan masyarakat bisa kehilangan sumber penghasilan.

Pemerintah terus memikirkan inovasi untuk menanggulangi masalah mengenai Pandemi Covid-19 ini. Dan pada akhirnya pemerintah memutuskan ‘new normal life’, yang mana masyarakat harus mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru, seperti yang disampaikan oleh Ketua Tim Pakar Gugus ercepatan Penanganan Covid-19, Bapak Wiku Adisasmito. New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambahkan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Sederhananya new normal ini hanya melanjutkan kebiasaan yang telah dilakukan saat diberkakukannya karantina daerah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada saat ini lah Indonesia mulai memasuki tahap era new normal.1 Setelah diberlakukannya new normal, masyarakat mulai beraktivitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol k5esehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu dengan memakai masker apabila keluar dari rumah, mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga
jarak serta tidak membuat kerumuan orang untuk mencegah penularan Covid-19. Semenjak terjadinya Pandemi Covid-19 sebagian besar aktivitas dilakukan melalui daring (online), pada perguruan tinggi pun aktivitas belajar dan mengajar dilaksanakan melalui daring (online) atau menggunakan aplikasi via zoom meeting agar menghindari terjadinya penularan Covid-19.

Setelah diberlakukannya new normal, semua mahasiswa harus kembali belajar melalui luring (tatap muka), tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan yang menjamin tidak terjadinya penularan virus Covid-19. Inilah yang akan dilakukan dan menjadi tanggung jawab mahasiswa dalam menghadapi Pandemi di era new normal. Kemendikbud-Ristek juga sudah menginovasikan pembelajaran yang pas untuk diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu dengan strategi pembelajaran di era new normal ini dengan metode Hybrid Lerning. Hybrid Lerning adalah sebuah metode pembelajaran dimana seorang dosen mengajar mahasiswa yang sedang belajar dari rumah dan juga belajar di kelas secara bertepatan dengan bantuan teknologi. 2 Dengan kata lain, Hybrid learning adalah sebuah inovasi metode pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran luring (tatap muka) dengan pembelajaran daring (via aplikasi zoom meeting). Dan metode hybrid ini biasanya seimbang, yakni 50% dari keduanya.

Banyak Perguruan Tinggi yang menerapkan metode Hybrid ini, salah satunya adalah Universitas Medika Suherman. Universitas Medika Suherman ini terkenal dengan fakultas ilmu kesehatannya, salah satu diantaranya adalah jurusan Farmasi. Tentunya, farmasi sendiri membutuhkan praktikum dalam kegiatan belajar dan mengajarnya, yang mana akan sulit dilakukan jika melalui daring. Setelah adanya metode Hybrid ini, mahasiswa farmasi pun sangat terbantu, karena bisa melaksanakan praktikum secara tatap muka, bukan cuma menyaksikan melalui aplikasi youtube saja.

Dalam menerapkan metode hybrid di era new normal ini, pastinya harus ada kerja sama mahasiswa dengan dosen untuk berpartisipasi untuk memaksimalkan pembelajaran. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi sosioprenuer bagi masyarakat sekitar, yang mana salah satu kepribadian seorang sosioprenuer, yaitu risk taker. Tantangan mahasiswa dalam sosiopreneur adalah dapat merubah mindset “play safe” jadi “risk taker” itu tentu tidak gampang. Diperlukan komitmen yang besar dan konsisten dari beberapa unsur, yaitu akademika, bisnis dan pemerintah.

Sosioprenuer adalah individu atau kelompok yang memberikan perubahan pada masyarakat dengan menggunakan kesempatan dan memperbaiki sistem dengan inovasi dan menciptakan solusi untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik. Jadi Mahasiswa farmasi ini dapat menerapkan metode hybrid untuk mewujudkan sosioprenur dengan metode yang inovasi dalam melakukan pembelajaran di era new normal ini. Dengan inovasi selalu berpartisipasi dalam pembelajaran dikelas luring maupun daring dan selalu mencari sumber-sumber materi agar lebih mempunyai wawasan yang luas dengan pemikiran risk taker untuk mengubah masyarakat yang lebih inovatif.

Kelebihan dan Kekurangan Hybrid Learning


Kelebihan yang dimiliki oleh metode pembelajaran hybrid adalah sebagai berikut :

Mahasiswa akan diberikan dua pilihan, antara akan mengikuti pembelajaran secara daring maupun luring. Mahasiswa bisa merasakan adanya variasi dalam pembelajaran melalui metode hybrid. Mahasiswa yang memilih belajar secara daring atau mahasiswa yang terkendala tidak bisa hadir di kelas tetap dapat mengikuti pemaparan materi atau aktivitas pembelajaran yang di pandu langsung oleh dosen di kelas. Terjadi pembatasan aktivitas fisik dan interaksi
sosial yang sangat disarankan untuk mencegah meluas penyebaran virus covid 19.

Mahasiswa bisa berkontribusi dalam pengembangan dan mendukung inovasi interaktif pada pembelajaran luring dan daring, meningkatkan aktivitas terkait hasil pembelajaran karena fokus kepada interaksi mahasiswa dan bukan sekedar penyebaran materi, lebih banyak menawarkan informasi bagi mahasiswa dan memberi feedback lebih cepat dalam komunikasi antara dosen
dan mahasiswa, memungkinkan mahasiswa mengakses materi kapan saja dan dimana saja dan dapat melanjutkan sesuai kemampuan, meningkatkan efektivitas kerja dosen.

Tidak hanya kelebihan dari pembelajaran hybrid di atas, nyatanya ada kekurangan dalam metode hybrid ini yaitu sebagai berikut ini : Dosen harus memastikan fitur pembelajaran yang digunakan bisa menjamin keberlangsungan proses dalam pembelajaran. Dibutuhkan aneka perlengkapan yang bisa mendukung proses live streaming agar materi yang didapatkan oleh mahasiswa yang memilih daring tetap berkualitas dan bermakna. Seperti menggunakan aplikasi zoom meeting. Biaya dan dana yang harus dikeluarkan oleh pihak kampus maupun mahasiswa untuk dapat menunjang keberlangsungan aktivitas pembelajaran tidak sedikit.

Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Hybrid

Untuk menjalankan metode hybrid ini, maka dapat dilakukan beberapa langkah, seperti berikut
ini :

  1. Menentukan target pembelajaran
    Sebelum mengawali metode hybrid ini, Dosen harus menentukan terget pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa dalam satu semester.
  2. Memetakan pembelajaran
    Dengan membuat bagan, tabel, timeline, atau alat visual lain untuk memperjelas materi pembelajaran dan aktivitas serta sumbernya masing-masing dalam urutan yang sesuai. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Dosen untuk menemukan celah atau aktivitas yang kurang berkembang dan kemudian memperbaikinya dengan cara evaluasi.
  3. Mendesain pembelajaran
    Sehabis memetakan pembelajaran, langkah berikutnya merupakan memikirkan elemen hybrid. Pembelajaran di kelas mempunyai waktu yang terbatas maka harus dirancang sedemikian rupa agar dapat memaksimalkan materi yang didapat. Mengingat waktu pembelajaran sangat terbatas, Dosen harus mempertimbangkan hal-hal berikut untuk membuat pembelajaran berjalan dengan efektif. Waktu pembelajaran yang sesuai, membantu Mahasiswa untuk dapat menuntaskan tanggung jawab individu, membentuk inovasi dalam pembelajaran, meminta dan merespon presentasi mahasiswa, dan memberikan masukan langsung kepada mahasiswa.
  4. Buat fitur pembelajaran yang dibutuhkan
    Pembelajaran pada umumnya, Dosen tetap harus membuat agenda pembelajaran semacam program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, rencana remidial, media pembelajaran, dan lain sebagainya. Agar pembelajaran dengan model hybrid ini berjalan
    dengan mudah, Dosen juga perlu melakukan uji coba terlebih dahulu. Hal ini membantu dalam kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan, kesiapan dosen dengan mahasiswa, dan mengantisipasi hal-hal yang akan menghambat jalannya pembelajaran metode hybrid ini.

4 Metode Hybrid munurut para ahli

  1. Face to face driver model, pemakaian metode ini hanya ketika teknologi berperan sebagai
    pendukung terhadap pembelajaran luring saja.
  2. Rotation model, metode ini menjadi kombinasi antara metode awal dengan daring secara
    tersusun, dimana masing-masing pembelajaran mempunyai agenda sendiri dan tidak terganggu
    satu sama lain.
  3. Flex model, lebih tertuju untuk mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran daring secara
    mandiri. Walaupun begitu, pembelajaran luring tetap dilakukan apabila diperlukan. Seperti
    pada saat praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa farmasi.
  4. Online lab school model, pembelajaran dilakukan di laboratorium digital dan dilakukan
    secara online sepenuhnya, yang mana mahasiswa hanya mendapatkan gambarannya saja.

Metode hybrid dalam Pembelajaran

Metode pembelajaran hybrid merupakan metode yang menggabungkan antara inovasi dan kemajuan teknologi dalam daring (online) dengan interaksi dan partisipasi dari metode pembelajaran luring (tatap muka). Metode ini mengombinasikan pembelajaran di kelas (luring) dan online (daring) dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Banyak alasan menggunakan inovasi metode hybrid dalam pembelajaran, yaitu: Metode hybrid berkontribusi dalam pengembangan dan mendukung inovasi dalam pembelajaran luring dan daring untuk mahasiswa. Metode ini juga meningkatkan aktivitas terkait hasil pembelajaran karena adanya interaksi mahasiswa dan bukan sekedar pemaparan materi. Selain itu lebih banyak memaparkan informasi bagi mahasiswa dan memberi masukan yang lebih baik dan lebih cepat dalam komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Belajar menjadi salah satu dari faktor kunci yang mempengaruhi perkembangan pembelajaran lingkungan. Melalui inovasi metode hybrid mahasiswa bisa mengakses materi

kapan saja dan dimana saja serta dapat melanjutkan materi sesuai kemampuan. Metode ini memungkinkan dosen menuntaskan pekerjaan mereka untuk mengajar. Oleh sebab itu, metode hybrid berkaitan erat dengan pendekatan pembelajaran, metode, strategi, dan media pembelajaran. Mahasiswa farmasi juga dapat mencari materi yang berkaitan dengan obat-obatan melalui internet dan bisa menanyakannya saat di kelas tentang materi yang tidak dipahaminya lewat daring maupun online kepada dosen. Media yang digunakan untuk membuat mahasiswa lebih aktif belajar di rumah merupakan media berbasis information and communication technology (ICT). Contoh media berbasis ICT yang bisa digunakan dalam pembelajaran daring adalah sebagai berikut: Laptop, Gadget, Televisi, Whatsapp, Web wordpress, Youtube, Wikipedia dan lain-lain.

Kesimpulan

Pemerintah telah menginovasikan pembelajaran yang tepat untuk diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu dengan strategi pembelajaran di era new normal ini dengan inovasi metode Hybrid Lerning. Hybrid Lerning adalah sebuah metode pembelajaran dimana seorang dosen mengajar mahasiswa yang sedang belajar dari rumah dan juga belajar di kelas secara bersamaan dengan bantuan teknologi, yang kita kenal dengan sebutan daring dan luring.

Dengan kata lain, Hybrid learning adalah sebuah inovasi metode pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran luring (tatap muka) dan pembelajaran daring dengan via aplikasi zoom meeting. Dan metode hybrid ini biasanya seimbang, yakni 50% dari keduanya. Banyak Perguruan Tinggi yang menerapkan metode Hybrid ini, salah satunya adalah Universitas Medika Suherman. Universitas Medika Suherman ini terkenal dengan fakultas ilmu
kesehatannya, salah satu diantaranya adalah jurusan Farmasi.

Tentunya, farmasi sendiri memerlukan praktikum dalam aktivitas belajar dan mengajarnya, yang mana akan sulit dilakukan jika melalui daring. Setelah adanya metode Hybrid ini, mahasiswa farmasi pun sangat terbantu, karena bisa melaksanakan praktikum secara tatap muka, bukan hanya menyaksikan melalui aplikasi youtube saja. Dosen diperkenankan memilih materi pelajaran esensi sebagai prioritas dan materi lainnya dipelajari mahasiswa secara mandiri sebagai pengembangan materi ajar. Materi pembelajaran bisa ditemui dan dikumpulkan serta dikembangkan dari berbagai sumber seperti buku mahasiswa, website atau literatur lain yang berkaitan dengan ruang lingkup yang sesuai dan benar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?